• August 25, 2015

    Deal With Your Anger

    anger-management

    Anger usually considered a negative emotion that we should do our best to eliminate. It seemed an appropriate response to injustice, one that does little harm to oneself psychologically and very well may even be beneficial in that it motivates action to rights wrongs.  You can deal with anger in yourself. Not by ignoring or suppressing it.  Once anger rises past a certain point, it seems to require satisfactory expression to be diffused.

    That is, it must be expelled in a way that feels good in a way that is literally emptying. How one does this depends on why the anger one feels is rising in the first place. First anger aimed at harming oneself. Depression is almost certainly the cause and should be identified and treated. Anger also aimed at achieving control. Ask yourself why you feel out of control. Fear is a common reason. Actually lacking control is another.

    Anger is, fortunately or unfortunately, often a good strategy to regain control in the short-term, and easier to feel than many of the emotions that trigger it. Anger may arise for more than one of these reasons at one time. Then when you can deal with anger in yourself, you can diffuse anger in others. First of all you need to remain in control of yourself. When you find yourself on the receiving end of someone’s anger, they’re either trying to control you in some way or make you feel small so they can feel big.

    You must tell yourself that anger is their strategy and has nothing to do with you at all, unless of course you really have committed an injustice against them, in which case you should make amends. Help them discharge their anger in a way that feels satisfying without causing harm. Responding to anger with anger rarely accomplishes anything positive, validate their anger.

    Resisting a person’s anger, getting angry back at them, denying that their anger is justified all do nothing more than inflame it. Even if their anger isn’t justified in your mind, what would convincing them of that accomplish? It likely wouldn’t give them control over it. Feelings require no justification to be felt. Once you can manage the anger in yourself and others, you can deal with it anytime.

  • August 25, 2015

    Menonton Film Action Bisa Menyebabkan Obesitas

    eating-and-watching-tv

    Salah satu hiburan paling murah adalah menonton televisi. Cukup bermodalkan makanan kecil dan sofa yang nyaman, Anda sudah mendapatkan hiburan maksimal. Dan ternyata ada hubungan antara televisi dan obesitas. Lalu tim peneliti dari Cornell University pun mencoba mencari tahu genre film apa yang bisa menyebabkan seseorang menggalami kegemukan.

    Hasilnya yang dipublikasikan oleh JAMA Internal Medicine pun menunjukkan orang cenderung mengkonsumsi banyak makanan saat menonton film aksi. Para peneliti ini menyarankan orang sebaiknya tidak “ngemil” saat menonton televisi.

    Televisi berkaitan dengan obesitas karena iklan makanan cepat saji serta kebiasaan duduk terus-menerus sehingga mereka tidak sadar seberapa banyak makanan yang telah mereka konsumsi. Namun kebanyakan dampak obesitas karena sering menonton televisi lebih berpengaruh kepada pria daripada wanita.

  • August 25, 2015

    This Is Why Procrastination Stay Still

    Procrastination

    Sometimes when people are stuck in the bad situation they want to break, procrastination is definitely one of them. But this is not a new trend, procrastination been around for centuries. Procrastination affect to our productivity and our state of mind. What makes it so hard to wipe out this bad habit? Here’s why you still procrastinating and haven’t been able to break the habit.

    First of all, procrastination means not starting to do the work until you are close to the deadline.  Then, pushed against the deadline, you start working at a frenetic pace. In this situation you will fight the deadlines with full energy and the work get done.

    But when it’s done, it will gives you false sense of confidence. It will make you believe that the work will eventually done even you are close to the deadline. So, you will always procrastinating and have no motivation to stop it.

    Then procrastination will lead you to let everything done in last minutes. Your goals have no deadlines. As a bad habit or an irreversible personality trait that will be constantly draining our potential or getting in the way of our achievements. We tend to think that this is a problem, but actually this is the way brain give solution when you need to do something.

  • August 24, 2015

    Trend Clubbing Pagi Hari Mulai Berkembang

    clubbing

    Para party animal sudah pasti sangat menikmati sorotan lampu kelap kelip, beat-beat danceable yang dihasilkan dari turntable para DJ. Minuman beralkohol dan kepulan asap rokok pun menjadi pelengkap. Waktu dini hari hingga menjelang pagi hari adalah waktu yang pas untuk menikmati aktifitas clubbing.

    Namun ada pilihan berbeda saat ini, pesta dansa yang dilakukan di pagi hari dengan nama Morning Glory dan Daybreaker kian popular di banyak kota di penjuru dunia. Fenomena ini menimbulkan gerakan yang dikenal sebagai conscious clubbing alias dugem dalam keadaan sadar.

    Tujuan dari clubbing pagi hari ini adalah untuk menciptakan energi dan komunitas pesta dansa elektronik sambil menikmati smoothie buah dan kopi, bukan obat-obatan dan alkohol yang selama ini umumnya dapat ditemui saat clubbing.

    Pendiri Daybreaker, Matthew Brimer mengatakan bahwa acaranya sendiri berisi beberapa pesta dansa dan teater yang bertujuan untuk mengambil manfaat dari jam-jam produktif di pagi hari. Dan saat ini Daybreaker telah menarik sampai seribu orang persatu kali pesta di New York. Daybreaker juga sudah menyebar ke delapan kota di seluruh dunia, di antaranya London, Tel Aviv, dan Sau Paolo.

    Sedangkan Morning Gloryville lahir pada tahun yang sama di London. Sejak itu, clubbing yang diadakan pagi hari ini telah meluas ke sekitar puluhan kota, termasuk Roma, Melbourne, dan Tokyo. Dan biasanya dilaksanakan sepanjang pekan, mengambil keuntungan waktu libur klub malam, dan minat masyarakat yang semakin berkembang untuk olahraga sebelum kerja.

  • August 24, 2015

    Peran Public Relations Pada Pasar Bebas

    perdagangan-130831b-e1439547657159

    Pasar bebas adalah dimana kita akan benar-benar bersaing secara relatif bebas antar-pelaku ekonomi dari berbagai negara pada tingkat global. Barang-barang dari luar negeri akan masuk ke dalam negeri dan sebaliknya tanpa ada hambatan yang berupa tarif bagi suatu barang untuk masuk ke suatu negeri. Dan disinilah peran public relations dalam era pasar bebas. Bagaimana public relationsperusahaan-perusahaan atau organisasi bisnis di Indonesia dalam menerapkan strategi menghadapi era pasar bebas.

    Ada sebuah pengertian yang sederhana, namun dapat memberi substansi kegiatan public relations yang sebenarnya dikemukakan oleh Grunig dan Hunt (1984). Sebuah organisasi perlu mengelola setiap kegiatan komunikasi antara organisasi tersebut dengan publik-publiknya dalam usaha untuk membangun saling pengertian antara organisasi dan publiknya. Dari sini kemudian dapat diharapkan terciptanya lingkungan bisnis yang menguntungkan bagi suatu organisasi atau perusahaan.

    Lingkungan bisnis yang menguntungkan antara lain dapat berupa konsumsi terhadap barang yang dihasilkan sebuah perusahaan relatif tinggi; konsumen menerima produk yang dihasilkan perusahaan; kehadiran sebuah perusahaan tidak menimbulkan masalah sosial pada komunitasnya; para karyawan perusahaan bekerja dengan produktivitas yang tinggi, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, sebuah organisasi bisnis mendapat dukungan dari berbagai publiknya. Jadi dukungan tidak sekadar datang dari konsumen yang memakai produk yang dihasilkan perusahaan.

  • August 24, 2015

    Merubah Kebiasaan Menjadi Morning Person

    morning-person

    Bangun pagi bisa menjadi salah satu hal yang menyulitkan bagi mereka yang terbiasa tidur larut atau bergadang. Namun ternyata tidak sulit untuk mengubah kebiasaan Anda, dari orang yang sulit bangun pagi menjadi morning person. Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk menjadi morning person.

    1. Keseimbangan

    Sebelum terlelap Anda membutuhkan waktu satu jam untuk menenangkan diri. Hindari berkegiatan satu jam sebelum tidur untuk menghindari otak Anda bekerja berat yang dapat menganggu kualitas tidur.

     

    2. Jadwal Tidur

    Anda perlu jam tidur yang tetap. Jika terbiasa tidur larut atau bahkan begadang, maka tidurlah 15 menit lebih awal dari biasanya. Ini akan membantu Anda untuk memiliki jam tidur yang ideal.

     

    3. Rutin

    Mulai melakukan rutinitas tertentu sebelum tidur, seperti meminum teh herbal atau membaca buku. Hal ini akan membantu otak untuk tahu ketika satu kegiatan sudah dilakukan maka sudah dekat waktu tidur.

     

    4. Kondisi Perut

    Hindari kondisi lapar atau kekenyangan, terlalu banyak minum dan mengkonsumsi kopi sebelum tidur. Beberapa hal tersebut akan membuat Anda sulit untuk tidur.

     

    5. Sumber Cahaya

    Sebelum tidur sebaiknya Anda mematikan atau menghindari sumber cahaya. Karena cahaya yang masuk dapat menghambat produksi hormon melatonin yang menimbulkan rasa kantuk.

  • August 24, 2015

    Main Tetris Jika Ingin Diet Berhasil

    tetris

    Siapa pun pasti pernah memainkan permainan klasik menyusun balok asal Rusia yang dirancang oleh Alexey Pajitnov bernama Tetris. Entah itu versi digital atau menggunakan balok. Dan ternyata permainan klasik tersebut bisa membuat lupa diri dan waktu.

    Namun tidak hanya itu saja karena ada sebuah penelitian dari Plymouth University dan Queensland University of Technology bahwa Tetris dapat mengurangi keinginan merokok, menenggak minuman beralkohol, kopi, berhubungan seks, dan tidur.

    Di awal penelitian, partisipan diminta untuk berkutat dengan permainan klasik menyusun balok tersebut selama beberapa menit. Setelah itu, mereka diminta untuk melaporkan adanya keinginan konsumsi obat, makanan, dan aktivitas lain. Dan hasil yang dihimpun menunjukkan bahawa keinginan tersebut berkurang dari 70 persen menjadi 56 persen.

  • August 21, 2015

    The Art of Speaking

    telephone

    Berkomunikasi efektif melalui telepon sama sekali tidak mudah. Kita kadang tidak bisa menyampaikan apa yang kita mau dan butuhkan. Bahkan pesan yang disampaikan pun tidak tepat sasaran. maka dari itu kita perlu seni berbicara di telepon. Dan berikut beberapa tips yang harus Anda coba.

    1. Mindset

    Rubah mindset sebelum Anda menelepon seseorang dan posisikan diri Anda yang mengintimidasi sehingga tidak nervous saat berbicara. Buatlah lawan bicara Anda merasa senang dan nyaman. Ciptakan kesan pertama yang menggembirakan dan harus percaya diri.

    2. To do point

    Jangan bertele-tele menjelaskan posisi Anda namun langsung memberikan informasi dan menjelaskan apa yang Anda inginkan. Jelaskan secara sederhana, mudah dimengerti, dan lugas tanpa kehilangan sikap ramah.

    3. Intonasi

    Jangan terdengar gugup dan  jangan terburu-buru sehingga informasi yang Anda sampaikan bisa di dengar baik oleh penerima telepon. Jangan juga berbicara dengan nada pelan dan lemah karena penerima telepon bisa saja langsung menutup telepon.

    4. Menutup Pembicaraan

    Sebelum menutup telepon kita harus mendapatkan nomor telepon calon klien dengan cara apa pun. Lalu ucapkan terima kasih dan memberikan salam pula pada setiap akan menutup telepon.

  • August 21, 2015

    Giving Solutions

    giving-solutions

    Setiap orang pasti mempunyai masalah. Entah itu masalah di dunia kerja professional, personal life, bahkan family life. Dan saat Anda menghadapi masalah sudah pasti mencari solusi paling tepat. Namun Anda tidak bisa mencari solusi dengan mudah, seperti kita sedang berada di posisi kelaparan yang solusinya adalah makan atau di situasi dimana kita haus yang solusinya adalah minum. Sudah pasti Anda membutuhkan orang lain untuk mendapatkan solusi. Mengapa orang lain bukan Anda sendiri yang memecahkan masalah itu sendiri? Berikut beberapa alasannya.

    1. Knowledge

    Berharap orang lain lebih berpengalaman dan mempunyai ilmu yang lebih banyak dari Anda. Sehingga bisa memecahkan masalah dari solusi yang diberikan orang  lain. Disamping itu solusi yang diberikan orang lain, bisa juga memberikan suatu pengalaman baru.

     

    2. Situation

    Beberapa orang bisa dibilang jarang memberikan solusi untuk dirinya sendiri di situasi yang belum pernah dialaminya. Dengan alasan belum mengenal medan atau belum familiar dengan situasi yang sedang dihadapinya, maka solusi terbaik adalah bertanya kepada orang lain

     

    3. Confidence

    Sebenarnya Anda sudah mempunyai solusi dari masalah yang sedang dihadapi namun masih kurang percaya diri. Dan akhirnya Anda kembali bertanya kepada orang lain, yang tujuannya adalah hanya untuk menyamakan solusi yang sudah Anda buat dengan pendapat orang lain. Intinya hanya memastikan bahwa solusi Anda juga tidak beda jauh dengan pendapat orang lain.

     

    4. Lazy

    Ini adalah hal biasa dan seringkali terjadi saat Anda menemui masalah. Entah dengan alasan apa sehingga Anda mengandalkan orang sekitar untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Apapun masalahnya sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin dan meminta masukan orang lain hingga mendapatkan solusi terbaik.

  • August 21, 2015

    Dampak Mengkonsumsi Ganja Untuk Kesehatan

    MARIJUANA

    Ganja atau daun cannabis memang seperti buah simalakama karena di satu sisi mempunyai dampak positif bagi kesehatan, di sisi lain bisa terjerat hukum penggunaan narkoba.

    Dan berhubungan dengan kesehatan ada sebuah penelitian National Institutes of Health (NIH), pengguna ganja kronis akan terserang berbagai macam efek negatif kesehatan secara serius dalam jangka panjang.

    Dua penelitian lain yang dipublikasikan The Lancet pada tahun 2004 dan PLoS Med pada tahun 2006, juga menunjukkan hasil serupa, bahwa selain mengalami dampak negatif bagi tubuh, pengguna ganja aktif juga akan kesulitan berinteraksi secara sosial.

    Namun hasil penelitian terbaru yang dilakukan University of Pittsburgh Medical Center justru menunjukkan para pengguna ganja yang aktif, terutama saat berada di usia remaja, tidak akan berpotensi mengalami depresi, kecemasan, psikosis, dan asma saat memasuki usia tua.

    Penelitian yang dipimpin oleh para peneliti psikologi ini berlangsung cukup panjang, yakni selama dua dekade. Pertama kali dilakukan dengan meneliti 408 pengguna ganja aktif berusia 14 tahun, para responden kemudian diikuti kehidupannya hingga merayakan ulang tahun ke-36. Sekitar 22 persen responden bahkan merupakan pengguna kronis yang merokok ganja setiap pekan.

    Setelah 20 tahun, hasil penunjukkan: ketika teman-teman sekolah para responden tersebut mulai dilanda depresi, kecemasan, dan asma pada usia pertengahan 30, mereka justru tidak mengalaminya sama sekali. Well, semua kembali lagi pada pilihan Anda.