• April 20, 2017

    Fintech, Apakah Itu?

    fintech

    Dewasa ini, teknologi meluncur begitu pesat. Era globalisasi membuat teknologi maju secepat kilat. Tidak heran, di perkembangan jaman yang  saling berkejaran dengan teknologi, muncul berbagai usaha baru dengan memanfaatkan hal-hal tersebut.

    Entrepreneur atau yang lebih dikenal dengan wirausaha di Indonesia, merupakan salah satu pekerjaan paling diminati di ibu pertiwi karena dianggap mudah dan tidak terbatas, baik dari segi ide maupun usia pemiliknya. Begitu banyak perusahaan baru dengan berbagai jenis muncul dari ide-ide kreatif mereka yang masih berusia relatif belia.

    Seni mengelola keuangan haruslah dimiliki, baik untuk diri sendiri maupun ketika mengatur suatu perusahaan. Terlebih lagi, bagi sebuah perusahaan, materi merupakan modal utama yang diharuskan ada sebagai penuntun langkah perusahaan tersebut. Namun, tidak sedikit perusahaan yang tidak sampai ke garis akhir pertempuran karena kurang memahami mengenai seni mengelola keuangan sehingga terjadi krisis dan akhirnya bangkrut. Tetapi, setiap masalah pasti memiliki jalan keluar. Oleh karena itu, di zaman yang serba canggih ini, diperkenalkanlah FinTech.

    Menurut definisi yang dijabarkan oleh National Digital Research Centre (NDRC), FinTech adalah istilah yang digunakan untuk menyebut suatu inovasi di bidang jasa finansial. Kata FinTech sendiri berasal dari kata financial dan technology yang mengacu pada inovasi finansial dengan sentuhan teknologi modern. Definisi tersebut memiliki pengertian yang sangat luas. Perusahaan fintech dapat menyasar segment perusahaan (B2B) maupun ritel (B2C).

    Startup fintech tentunya tidak akan banyak bermunculan bila tidak memiliki peran yang besar. Salah satu peran startup fintech adalah memajukan perkembangan bitcoin. Dengan begitu, masyarakat yang tidak memiliki akun bank tetap bisa melakukan transaksi pembayaran atau pengiriman uang dengan bitcoin. Kemudian, startup fintech dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pasalnya, startup fintech dapat menghadirkan merchant yang menerima pembayaran kartu debit dan kredit dengan biaya rendah. Startup fintech juga dapat membangun infrastruktur perbankan sebagai solusi untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Selain itu, startup fintech dapat menghapus adanya orang atau badan yang memberikan peminjaman dengan bunga tinggi untuk mengambil keuntungan. Adanya startup fintech bisa membuat sistem peminjaman uang dilakukan dengan cara yang transparan FinTech memiliki banyak jenis, antara lain startup pembayaran, peminjaman (lending), perencanaan keuangan (personal finance), investasi ritel, pembiayaan (crowdfunding), remitansi, dan riset keuangan.

    Konsep FinTech yang mengadaptasi perkembangan teknologi yang dipadukan dengan bidang finansial diharapkan bisa menghadirkan proses transaksi keuangan yang lebih praktis, aman serta modern. Kemudahan ini kemudian membawa masyarakat ke dalam zona nyaman.

    Salah satu contoh penggunaan FinTech adalah mengurangi pinjaman dengan bunga tinggi. Kekuasaan lintah darat yang hadir sebagai ‘penolong’ masyarakat namun menetapkan bunga pinjaman yang tinggi tentu menjadi suatu masalah klasik yang belum dapat diatasi secara maksimal. Namun dengan kehadiran FinTech, diharapkan sistem peminjaman uang bisa dilaksanakan dengan cara yang lebih transparan dan menjadi hak umum bagi semua masyarakat.

    Selain itu, di era yang serba canggih ini, kehadiran fintech juga membawa kemudahan karena secara tidak langsung dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sebagai contoh, Soft Space yang merupakan startup asal Malaysia mulai berinovasi dengan menghadirkan merchant yang menerima pembayaran kartu kredit dan debit dengan biaya yang rendah. Biaya yang rendah ini kemudian dapat membantu masyarakat dalam mengelola keuangan dan menguntungkan bagi masyarakat.

    (MIA)

    Source:

    https://www.hitsss.com/tren-dan-peran-besar-startup-fintech-di-tahun-2016/

    https://www.kaskus.co.id/thread/57c7327eded77050258b4568/mengenal-apa-itu-financial-technology-fintech/

    https://www.maxmanroe.com/mengenal-fintech-inovasi-sistem-keuangan-di-era-digital.html

  • April 7, 2017

    ‘Memikat’ Pelanggan Melalui Jejaring Sosial

    Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat di masa kini. Hal ini juga berbanding lurus dengan tingkat intelijen masyarakat yang kemudian apabila ditarik benang merah, maka keduanya memiliki hubungan yang entah secara langsung maupun tidak, dapat dikatakan cukup erat. Oleh sebab itu, masyarakat dengan pemikiran luar biasa ini tidak menyia-nyiakan hal tersebut. Mereka menggunakan teknologi untuk memikat dunia luar, salah satunya melalui sosial media.

    Sosial media adalah suatu hal yang terbilang cukup baru, namun memiliki dampak yang luar biasa terhadap kehidupan bermasyarakat. Bisnis yang menjamur lewat perdagangan online yang mana mengharuskan penjual untuk merengguh hati klien melalui jejaring sosial, semua tersedia sebagaimana adanya di era teknologi yang sangat cepat.
    Namun begitu, untuk menarik perhatian para pengguna sosial media lainnya relatif tidak mudah. Konten-konten yang terdapat di dalam sosial media Anda haruslah berbeda dari yang lainnya sehingga orang yang melihat tidak bosan dan cenderung ingin tetap berada di profil Anda. Dengan begitu, pelanggan diharapkan dapat terpikat dan terus menerus mendatangi halaman beranda Anda.
    Di bawah ini, merupakan beberapa tips membuat konten yang menarik untuk disebarkan melalui sosial media:

     

    1. Carilah topik yang relevan untuk sosial media
    Sosial media bagaikan kertas kosong yang dapat ditulisi apa saja oleh siapa saja. Oleh karena itu, Anda harus mencari topik yang konsisten dan relevan. Topik yang dimuat juga sebaiknya tidak mengandung unsur SARA serta pornografi karena hal-hal semacam itu hanya menarik bagi sebagian kecil orang saja.

     

    2. Tambahkan gambar-gambar yang unik
    Selain topik yang relevan, gambar-gambar unik juga perlu ditambahkan sebagai konten sosial media. Karena pengelihatan manusia akan bekerja lebih optimal jika menangkap sesuatu yang dianggapnya menarik. Jadi, apabila Anda menambahkan foto-foto yang cenderung enak dipandang, maka kemungkinan seseorang untuk tetap berada di halaman sosial media Anda semakin besar. Sebagai tambahan, meskipun konten yang ada pada sosial media anda terbilang cukup atau bahkan kurang, gambar dapat menahan seseorang untuk tetap berada di profile Anda.

     

    3. Interesting Post
    Unggah foto-foto barang dagangan Anda yang sudah dikemas dengan menarik. Tambahkan sedikit editan, namun jangan berlebihan dan jangan sampai merubah warna aslinya. Jangan lupa tambahkan watermark sehingga foto tidak dicuri oleh orang lain.

     

    4. Peduli sekitar
    Peduli sekitar yang dimaksudkan di sini adalah sebagai pengendali sosial media yang handal, sudah selayaknya anda peka terhadap keadaan sekitar. Misalnya, mengucapkan selamat hari raya tertentu kepada yang merayakan, mengucapkan bela sungkawa terhadap kehilangan seseorang, atau memberikan simpati kepada korban bencana alam. Apapun yang terjadi di sekeliling kita, haruslah dipahami benar sebagai bentuk kepeduliaan kita terhadap lingkungan. Hal kecil seperti ini mungkin kurang diperhatikan karena dianggap sepele, namun sebenarnya perihal kejadian tersebut justru yang membuat seseorang yakin bahwa mereka benar acuh.

    Dan itu adalah beberapa hal yang harus diperhatikan untuk membuat sosial media yang memikat dan menjual. Sosial media yang baik dan menarik akan membawa keuntungan yang relatif cukup besar untuk para online entrepreneur.

    (MIA)