• March 27, 2017

    Aktivitas PR yang Menarik

    Seorang public relations (PR) bertugas untuk menjembatani hubungan antara perusahaan dengan baik khalayak internal, maupun eksternal. Berbagai cara harus dilakukan agar terjadi hubungan yang baik. Berikut beberapa kegiatan asyik yang dapat menjadi inspirasi dan dapat dilakukan oleh seorang praktisi PR:

    Internal

    1. Nonton Bareng
    Nonton bareng alias nobar ini adalah salah satu kegiatan yang sederhana dan mudah sekali dilakukan, serta digemari oleh banyak orang. Tanpa harus mengeluarkan biaya yang relatif besar, seorang praktisi PR dapat mendekatkan para karyawan di perusahaan tersebut.

    2. Factory Visit
    Factory visit atau yang juga dikenal dengan sebutan kunjungan pabrik ini adalah contoh lain dari kegiatan PR yang menarik. Pasalnya, karyawan seringkali merasa jenuh dengan suasana kantor, sehingga ada baiknya jika karyawan diajak melihat ke pabrik dengan harapan mereka dapat mempelajari budaya baik dari peusahaan yang mereka kunjungi.

    Eksternal

    1. Fun Talk Show
    Dengan mengundang beberapa rekan dari media atau perusahaan lain mengikuti acara fun talk show dengan tema yang unik dan mendidik, dapat membantu seorang praktisi PR untuk meningkatkan jalinan hubungan baik dengan relasinya.

    2. Fun – Sport
    Olahraga merupakan kegiatan yang menyehatkan dan menyenangkan. Misalnya color-run atau yoga bersama. Aktivitas yang sederhana dan murah ini selain membuat badan menjadi bugar, juga bisa mempererat hubungan perusahaan dengan pihak eksternal.

    Sebagai tambahan, SKPR Asia juga memiliki satu aktivitas PR yang unik dan mendidik. Kegiatan ini disebut epic, nimbrung, asik, kumpul atau yang biasa disebut ENAK. ENAK adalah kegiatan media gathering regular yang dilakukan oleh SKPR Asia dengan tujuan untuk menjaga hubungan dengan media dan personal development bagi awak media. Kegiatan yang pernah dilakukan diantaranya adalah yoga, belajar makeup, leverage game, bermain golf dan masih banyak lagi.

    ENAK – Bikram Yoga

  • March 21, 2017

    The Invisible Sexism in Our Daily Lives in Indonesia

    “Sexism is the belief that the members of one sex, usually women, are less intelligent or less capable than those of the other sex and need not be treated equally. It is also the behavior which is the result of this belief.” – Cobuild English Dictionary.

    “Sexism is a socially acceptable prejudice and everybody is getting in on the act.” I got this definition from book, Everyday Sexism. From all definitions that I read, this definition is the fit ones for sexism that we had been experienced everyday in our lives with or without we knowing about the sexism itself.

     

    In the past, the sexism that I know is just too shallow and too common. I thought that it is just about boy should play with cars and girls should play with dolls. But the real sexism is too complex and when we look around us, it’s always there and we don’t even know that it’s happening in our daily lives. That thought is scare me. How we always think, “I know about sexism”, but the reality is, we don’t know anything about it and the sexism acts is always happening in our daily lives.

     

    Sexism can happen in everywhere and sexism is an invisible problem. It’s not easy to take something invisible and make people start to talk about it. Even the victim rarely say anything either. In fact, sexism not only happened to women, but there are some sexist that applied to men also. But in a patriarchal society, sexism is discrimination against women specifically. That’s why women always become the silence and minority groups in that kind of society.

     

    And Indonesia is one of the country that for many years have been living in a patriarchal structure of society.

     

    Daily acts of sexism that happen from time to time and how our parents build our mindset with patriarchy mindset make the chance to share, speak up and talk back is getting smaller for the victims, especially women. Because when we grow up, our mind set is wrong.  The most common thing about sexism is women should be able to cook and raise their children. That is the same like women should be at home, raise their children, do some chores, cooking, and any other household matters. This sexism make the children will grow up with the same sexism like this and this is a never ending process that will be growing another sexism acts. This sexism that happen inside of the house becomes the core of problem and it will be passed to generation to generation.

     

    Another sexism that happen is about rape-case. “You should dress more properly so that men will not get the wrong ideas about you.” These are the wrong ideas that we get from rape case. People tend to focus for sexual crime happen because of the victim, not the assault. Like the way she dressed or what time she came home. Victim-blaming is always happening in rape cases and that makes another rape victims remain silent about this. Let’s look back from Indian Bus Rape cases, the assault said that the women is a wh*re because she go out with men at night and she dressed like a wh*re. This kind of mindset we know from we child make us what are we today. That’s why when we go out, we tried to dress with so many layers, so that something bad will not happen to us.

     

    Another thing is when women get teased in deserted street at late at night.  In Indonesia this problem is so common. There are so many “abang-abang” who do this at night. Women in Indonesia, had experienced this at least once in their lives. The problem is, why the women do not say anything. We just remain silent about this. This is because we scared if we talk back, we can provoke them. And again, we remain silent about this.  These are just some part of sexism that we often encounter in our daily lives and there are so many other sexism that we are not aware yet. The problem is not just about make all women aware about sexism but how we can educate women and men about this. So that this will not happen again in the future and make future generation can have the same status, power, rights, privileges, and opportunities between men and women.

     

    (LAU)

  • March 10, 2017

    Hal – Hal yang Membuat PR Agency Banyak dicari

    Public Relations (PR) atau hubungan masyarakat (humas) dewasa kini memiliki peranan yang cukup berarti. Pasalnya, menejemen hubungan serta reputasi suatu perusahaan kerap kali dikaitkan dengan kinerja PR dari organisasi itu sendiri. Namun, tidak banyak perusahaan yang memiliki PR in-house sehingga tidak jarang mereka menyewa PR Agency .

    Sebagai PR agency yang baik, sudah selayaknya kita memberikan pelayanan yang memuaskan bagi customer sehingga nantinya mereka akan kontinu menggunakan jasa PR Agency kita

    Berikut hal-hal yang membuat PR Agency banyak dicari oleh sebagian besar orang:

    1. Well-managed & well organized

    PR Agency yang membuat sekian orang tertarik adalah ketika mereka mengelola hal-hal yang mereka inginkan dengan runtut, jelas, dan rapih. Dengan memiliki factor-faktor tersebut, maka PR Agency dapat dikatakan sebagai agency yang professional.

    2. Fast Response

    Cepat tanggap yang dimaksudkan di sini adalah PR Agency yang banyak dicari adalah mereka yang dengan sigap mereaksi hal-hal yang diminta oleh konsumen.

    3. Mudah dikontak

    Hal ini berkaitan erat dengan hal yang sudah disebutkan di nomor sebelumnya. Sangat penting bagi suatu PR Agency untuk memiliki nomor telepon atau surel yang aktif sehingga konsumen dapat dengan mudah mengontak.

    4. Memiliki itikad baik

    Itikad baik adalah hal yang sudah sepantasnya dimiliki oleh semua orang. Namun sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa, hal ini menjadi satu nilai jual bagi PR Agency. Pasalnya, satu saja pekerja di organisasi ini melakukan hal yang melanggar etika, maka reputasi perusahaan juga ikut hancur.

     

    (MIA)

  • March 3, 2017

    Press Release Efektif dan Efisien

    Press Release merupakan suatu hal yang tidak dapat terlepas dari pekerjaan seorang Public Relations. Setiap praktisi PR akan selalu berhubungan dengan press release, baik secara langsung maupun tidak langsung. Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk membuat press release menjadi efektif dan efisien.

    1. Ejaan dalam Press Release
    Ejaan yang dimaksudkan pada bagian ini adalah kata-kata yang digunakan dalam press release tersebut harus lebih diperhatikan, apakah sesuai atau tidak dengan EYD yang berlaku. Press Release yang baik seharusnya dibuat sedemikian rupa sesuai dengan EYD yang berlaku.

    2. Data yang Akurat
    Dalam membuat Press Release, harus disertai data yang akurat sehingga kebenaran press release tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Karena jika nantinya press release dimuat di suatu media tanpa disertai data yang autentik, akan menjadi suatu kebohongan publik berita tersebut.

    3. Paragraf Pembuka
    Kekuatan Press Release kebanyakan berada di paragraf pembuka yang memang selayaknya memuat inti dari keseluruhan Press Release tersebut.

    4. Singkat, Padat, dan Jelas
    Press Release sebaiknya tidak dibuat panjang dan bertele-tele, melainkan harus dibuat singkat, padat, dan jelas agar orang tertarik untuk membaca.

    5. Kontak
    Press Release yang baik juga harus disertai nomor kontak PR yang bersangkutan yang bisa dihubungi oleh media untuk melakukan konfirmasi.

     

    (mia)