• July 26, 2017

    SKPR Asia

    Uh, social media marketing seems interesting. It will be more interesting after you watch this video!

  • July 21, 2017

    SKPR Asia

    Watch this video to know what’s branding!

  • July 11, 2017

    communication

    As a social beings, we will always do communication, either the verbal one or the non verbal. So, this video show us what’s communication literally is. Check this out!

  • April 20, 2017

    Fintech, Apakah Itu?

    fintech

    Dewasa ini, teknologi meluncur begitu pesat. Era globalisasi membuat teknologi maju secepat kilat. Tidak heran, di perkembangan jaman yang  saling berkejaran dengan teknologi, muncul berbagai usaha baru dengan memanfaatkan hal-hal tersebut.

    Entrepreneur atau yang lebih dikenal dengan wirausaha di Indonesia, merupakan salah satu pekerjaan paling diminati di ibu pertiwi karena dianggap mudah dan tidak terbatas, baik dari segi ide maupun usia pemiliknya. Begitu banyak perusahaan baru dengan berbagai jenis muncul dari ide-ide kreatif mereka yang masih berusia relatif belia.

    Seni mengelola keuangan haruslah dimiliki, baik untuk diri sendiri maupun ketika mengatur suatu perusahaan. Terlebih lagi, bagi sebuah perusahaan, materi merupakan modal utama yang diharuskan ada sebagai penuntun langkah perusahaan tersebut. Namun, tidak sedikit perusahaan yang tidak sampai ke garis akhir pertempuran karena kurang memahami mengenai seni mengelola keuangan sehingga terjadi krisis dan akhirnya bangkrut. Tetapi, setiap masalah pasti memiliki jalan keluar. Oleh karena itu, di zaman yang serba canggih ini, diperkenalkanlah FinTech.

    Menurut definisi yang dijabarkan oleh National Digital Research Centre (NDRC), FinTech adalah istilah yang digunakan untuk menyebut suatu inovasi di bidang jasa finansial. Kata FinTech sendiri berasal dari kata financial dan technology yang mengacu pada inovasi finansial dengan sentuhan teknologi modern. Definisi tersebut memiliki pengertian yang sangat luas. Perusahaan fintech dapat menyasar segment perusahaan (B2B) maupun ritel (B2C).

    Startup fintech tentunya tidak akan banyak bermunculan bila tidak memiliki peran yang besar. Salah satu peran startup fintech adalah memajukan perkembangan bitcoin. Dengan begitu, masyarakat yang tidak memiliki akun bank tetap bisa melakukan transaksi pembayaran atau pengiriman uang dengan bitcoin. Kemudian, startup fintech dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pasalnya, startup fintech dapat menghadirkan merchant yang menerima pembayaran kartu debit dan kredit dengan biaya rendah. Startup fintech juga dapat membangun infrastruktur perbankan sebagai solusi untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Selain itu, startup fintech dapat menghapus adanya orang atau badan yang memberikan peminjaman dengan bunga tinggi untuk mengambil keuntungan. Adanya startup fintech bisa membuat sistem peminjaman uang dilakukan dengan cara yang transparan FinTech memiliki banyak jenis, antara lain startup pembayaran, peminjaman (lending), perencanaan keuangan (personal finance), investasi ritel, pembiayaan (crowdfunding), remitansi, dan riset keuangan.

    Konsep FinTech yang mengadaptasi perkembangan teknologi yang dipadukan dengan bidang finansial diharapkan bisa menghadirkan proses transaksi keuangan yang lebih praktis, aman serta modern. Kemudahan ini kemudian membawa masyarakat ke dalam zona nyaman.

    Salah satu contoh penggunaan FinTech adalah mengurangi pinjaman dengan bunga tinggi. Kekuasaan lintah darat yang hadir sebagai ‘penolong’ masyarakat namun menetapkan bunga pinjaman yang tinggi tentu menjadi suatu masalah klasik yang belum dapat diatasi secara maksimal. Namun dengan kehadiran FinTech, diharapkan sistem peminjaman uang bisa dilaksanakan dengan cara yang lebih transparan dan menjadi hak umum bagi semua masyarakat.

    Selain itu, di era yang serba canggih ini, kehadiran fintech juga membawa kemudahan karena secara tidak langsung dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sebagai contoh, Soft Space yang merupakan startup asal Malaysia mulai berinovasi dengan menghadirkan merchant yang menerima pembayaran kartu kredit dan debit dengan biaya yang rendah. Biaya yang rendah ini kemudian dapat membantu masyarakat dalam mengelola keuangan dan menguntungkan bagi masyarakat.

    (MIA)

    Source:

    https://www.hitsss.com/tren-dan-peran-besar-startup-fintech-di-tahun-2016/

    https://www.kaskus.co.id/thread/57c7327eded77050258b4568/mengenal-apa-itu-financial-technology-fintech/

    https://www.maxmanroe.com/mengenal-fintech-inovasi-sistem-keuangan-di-era-digital.html

  • February 23, 2016

    Perkembangan Industri FinTech di Indonesia

    Sebelumnya, kita sudah sempat membahas mengenai apa itu fintech sebenarnya. Namun, sebenarnya, bagaimana sih perkembangan industry fintech di Indonesia sendiri?

    Kesuksesan berbagai sektor bisnis baru yang berbasis technology di Indonesia seperti gojek, ataupun bidang e-commerce seperti tokopedia, bukalapak, dll, tentu saja menarik perhatian berbagai pemain bisnis lainnya untuk mengembangkan bisnisnya dengan basis technology, salah satunya di sektor keuangan.

    Fintech di Indonesia sangat berkembang pesat sejak tahun 2016 dan tidak dapat dipungkiri, kehadiran FinTech sangat membantu masyarakat luas dalam kehidupan sehari-harinya. Sebut saja, kehadiran e-banking, e-money, dan lain-lain yang tentunya membuat waktu menjadi lebih efektif dan efisien.

    Menurut Data dari Tech in Asia Indonesia, fintech merupakan sektor bisnis dengan jumlah investasi terbanyak kedua di Indonesia pada tahun 2016 yang lalu, setelah e-commerce.

    Perusahaan FinTech di Indonesia dibagi menjadi 4 kategori, yaitu ;

    1. Market Provisioning seperti CekAja dan Cermati

    2. Deposit, Lending, and Capital Rising seperti UangTeman dan Investree;

    3. Investment and Risk Management seperti Bareksa dan Stockbit

    4. Payment, Clearing, and Settlement seperti Midtrans dan Doku. Kategori ini merupakan kategori yang paling ramai karena diisi oleh sekitar delapan puluh perusahaan.

    Menurut data dari AFI (Asosiasi Fintech Indonesia), di Indonesia setidaknya ada 120 perusahaan Fintech di Indonesia. Dimana 36 perusahaan diantaranya adalah perusahaan yang aktif dalam layanan keuangan berbasis teknologi ini. Selain AFI (Asosiasi Fintech Indonesia) juga ada sekitar 80 komunitas Fintech yang ada di Indonesia.

    Kalau diibaratkan seorang bayi, perusahaan Fintech ini sebenarnya sedang dalam masa yang lucu lucunya. Ini dikarenakan usia Fintech yang ada di Indonesia rata rata masih sangat muda, yakni baru berusia sekitar 2 tahun. Data ini didapatkan dari AFI (Asosiasi Fintech Indonesia) dimana sekitar 78 persen perusahaan Fintech yang ada di Indonesia baru mulai berdiri pada tahun 2015 – 2016, masih cukup muda untuk ukuran sebuah perusahaan keuangan yang berbasis teknologi.

    Sedangkan 22 persen sisanya terbagi dalam 3 bagian lagi, dimana 9 persen perusahaan Fintech mulai berdiri pada tahun 2013 – 2014, 6 persen perusahaan Fintech mulai berdiri pada tahun 2011 – 2012. Sisanya sebesar 7 persen perusahaan Fintech mulai berdiri antara tahun 2011 hingga 2012, atau berusia sekira 4 hingga 5 tahun.

    Berkembangnya FinTech di Indonesia tidak hanya membantu masyarakat penggunanya tetapi juga membantu perkembangan ekonomi di Indonesia. Hal ini disebabkan karena dengan keberadaan FinTech, perekonomian Indonesia mengikuti dan menjadi lebih sesuai dengan kemajuan teknologi terkini. Mendukung perkembangan ini pun, BI telah membuka kantor FinTech Indonesia pada akhir 2016 kemarin. Tidak hanya itu, BI juga telah merancang regulasi-regulasi FinTech di Indonesia untuk mendukung perkembangan FinTech di Indonesia.

     

    Sumber:

    https://id.techinasia.com/perkembangan-startup-fintech-di-indonesia-2016

    https://id.techinasia.com/infografis-87-startup-indonesia-yang-meraih-pendanaan-di-tahun-2016

    Cerahnya Masa Depan Fintech di Indonesia