• February 23, 2016

    Perkembangan Industri FinTech di Indonesia

    Sebelumnya, kita sudah sempat membahas mengenai apa itu fintech sebenarnya. Namun, sebenarnya, bagaimana sih perkembangan industry fintech di Indonesia sendiri?

    Kesuksesan berbagai sektor bisnis baru yang berbasis technology di Indonesia seperti gojek, ataupun bidang e-commerce seperti tokopedia, bukalapak, dll, tentu saja menarik perhatian berbagai pemain bisnis lainnya untuk mengembangkan bisnisnya dengan basis technology, salah satunya di sektor keuangan.

    Fintech di Indonesia sangat berkembang pesat sejak tahun 2016 dan tidak dapat dipungkiri, kehadiran FinTech sangat membantu masyarakat luas dalam kehidupan sehari-harinya. Sebut saja, kehadiran e-banking, e-money, dan lain-lain yang tentunya membuat waktu menjadi lebih efektif dan efisien.

    Menurut Data dari Tech in Asia Indonesia, fintech merupakan sektor bisnis dengan jumlah investasi terbanyak kedua di Indonesia pada tahun 2016 yang lalu, setelah e-commerce.

    Perusahaan FinTech di Indonesia dibagi menjadi 4 kategori, yaitu ;

    1. Market Provisioning seperti CekAja dan Cermati

    2. Deposit, Lending, and Capital Rising seperti UangTeman dan Investree;

    3. Investment and Risk Management seperti Bareksa dan Stockbit

    4. Payment, Clearing, and Settlement seperti Midtrans dan Doku. Kategori ini merupakan kategori yang paling ramai karena diisi oleh sekitar delapan puluh perusahaan.

    Menurut data dari AFI (Asosiasi Fintech Indonesia), di Indonesia setidaknya ada 120 perusahaan Fintech di Indonesia. Dimana 36 perusahaan diantaranya adalah perusahaan yang aktif dalam layanan keuangan berbasis teknologi ini. Selain AFI (Asosiasi Fintech Indonesia) juga ada sekitar 80 komunitas Fintech yang ada di Indonesia.

    Kalau diibaratkan seorang bayi, perusahaan Fintech ini sebenarnya sedang dalam masa yang lucu lucunya. Ini dikarenakan usia Fintech yang ada di Indonesia rata rata masih sangat muda, yakni baru berusia sekitar 2 tahun. Data ini didapatkan dari AFI (Asosiasi Fintech Indonesia) dimana sekitar 78 persen perusahaan Fintech yang ada di Indonesia baru mulai berdiri pada tahun 2015 – 2016, masih cukup muda untuk ukuran sebuah perusahaan keuangan yang berbasis teknologi.

    Sedangkan 22 persen sisanya terbagi dalam 3 bagian lagi, dimana 9 persen perusahaan Fintech mulai berdiri pada tahun 2013 – 2014, 6 persen perusahaan Fintech mulai berdiri pada tahun 2011 – 2012. Sisanya sebesar 7 persen perusahaan Fintech mulai berdiri antara tahun 2011 hingga 2012, atau berusia sekira 4 hingga 5 tahun.

    Berkembangnya FinTech di Indonesia tidak hanya membantu masyarakat penggunanya tetapi juga membantu perkembangan ekonomi di Indonesia. Hal ini disebabkan karena dengan keberadaan FinTech, perekonomian Indonesia mengikuti dan menjadi lebih sesuai dengan kemajuan teknologi terkini. Mendukung perkembangan ini pun, BI telah membuka kantor FinTech Indonesia pada akhir 2016 kemarin. Tidak hanya itu, BI juga telah merancang regulasi-regulasi FinTech di Indonesia untuk mendukung perkembangan FinTech di Indonesia.

     

    Sumber:

    https://id.techinasia.com/perkembangan-startup-fintech-di-indonesia-2016

    https://id.techinasia.com/infografis-87-startup-indonesia-yang-meraih-pendanaan-di-tahun-2016

    Cerahnya Masa Depan Fintech di Indonesia